Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Ya, Kukira Kau

Ya, Kukira Kau Hebatnya waktu  Melewati kata "pernah" Bukan verbal maupun visual Sungguh,  kukira kau Ternyata aku salah Hanya ada udara yang bergerak Membawa oksigen dan karbon dioksida Entah kemana perginya Yang jelas, bukan mengalir seperti benda cair Bukan juga benda padat yang selalu menetap Tak ada katalis Semua terjadi begitu asing Hanya putaran jarum yang  mengerti Alurnya memang tidak jelas Layaknya partikel-partikel udara Yang kehilangan arah mata anginnya Lalu, mau sampai kapan?  Kukira cukup sampai disini saja Untuk kesekian kalinya Biarkan puing-puing waktu yang menentukan .  .  _dsr
MENGENAL LEBIH DEKAT STRATEGI MENGAJAR YANG TEPAT Belakangan ini jika diperhatikan perkembangan teknologi cukup membawa pengaruh besar terutama pada anak. Alhasil anak cenderung berinteraksi dengan layar ponselnya dibandingkan dengan orang sekitar. Faktor kecenderungan tersebut bisa tumbuh dari lingkungan sekitar, namun tergantung orang tua yang memberi bimbingan dan juga tenaga pendidik yang berperan. Terlebih lagi anak yang malas belajar sehingga rasa ingin tahu terhadap pembelajaran semakin rendah. Apalagi belajar yang berbau physics (energy dan perubahannya), chemistry (materi dan sifatnya), dan biology (makhluk hidup dan proses kehidupan). Menyikapi perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang juga terjadi di negara-negara maju membuat dunia pendidikan berupaya agar semua peserta didik mengenal lebih dekat dan memiliki kemampuan dalam literasi sains. Peserta didik yang mengonsumsi literasi sains sejak dini akan memiliki kontribusi yang lebih besar kedepannya. Hal ini...