Ya, Kukira Kau

Ya, Kukira Kau

Hebatnya waktu 
Melewati kata "pernah"
Bukan verbal maupun visual
Sungguh,  kukira kau
Ternyata aku salah
Hanya ada udara yang bergerak
Membawa oksigen dan karbon dioksida
Entah kemana perginya
Yang jelas, bukan mengalir seperti benda cair
Bukan juga benda padat yang selalu menetap
Tak ada katalis
Semua terjadi begitu asing
Hanya putaran jarum yang  mengerti
Alurnya memang tidak jelas
Layaknya partikel-partikel udara
Yang kehilangan arah mata anginnya
Lalu, mau sampai kapan? 
Kukira cukup sampai disini saja
Untuk kesekian kalinya
Biarkan puing-puing waktu yang menentukan



_dsr

Komentar