MENGENAL LEBIH DEKAT STRATEGI MENGAJAR YANG TEPAT

Belakangan ini jika diperhatikan perkembangan teknologi cukup membawa pengaruh besar terutama pada anak. Alhasil anak cenderung berinteraksi dengan layar ponselnya dibandingkan dengan orang sekitar. Faktor kecenderungan tersebut bisa tumbuh dari lingkungan sekitar, namun tergantung orang tua yang memberi bimbingan dan juga tenaga pendidik yang berperan. Terlebih lagi anak yang malas belajar sehingga rasa ingin tahu terhadap pembelajaran semakin rendah. Apalagi belajar yang berbau physics (energy dan perubahannya), chemistry (materi dan sifatnya), dan biology (makhluk hidup dan proses kehidupan). Menyikapi perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang juga terjadi di negara-negara maju membuat dunia pendidikan berupaya agar semua peserta didik mengenal lebih dekat dan memiliki kemampuan dalam literasi sains. Peserta didik yang mengonsumsi literasi sains sejak dini akan memiliki kontribusi yang lebih besar kedepannya. Hal ini menjadi agenda penting bagi tenaga pendidik untuk menceklis tugasnya dalam mengajar. Mengajar anak tidak perlu kekerasan, namun dengan sentuhan jemari dan sentuhan hati yang tulus. Mengajar anak tidak perlu tergesa-gesa ataupun mengedapankan hak nya daripada kewajibannya. Oleh karena itu, sebelum mengajar kita sebagai tenaga pendidik harus mengenal strategi yang tepat mengenai strategi pembelajaran terhadap literasi sains sejak dini pada anak.
Seperti yang telah dijelaskan oleh Tang (2015), literasi merupakan kemampuan anak untuk bercakap, menulis, membaca, maupun berkomunikasi. NSTA (National Science Education) juga menyatakan bahwa literasi sains merujuk pada kemampuan anak dalam keterampilan mengambil keputusan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari baik melalui masyarakat, teknologi, dan sains. Berdasarkan hal tersebut maka tenaga pendidik IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) harus benar-benar memerhatikan potensi peserta didik dalam kemampuannya berinteraksi terhadap objek sains. Pembelajaran di sekolah dapat dilakukan dengan mengenalkan objek-objek sains yang dikaitkan dengan praktik, tidak hanya materi saja. Potensi peserta didik dalam pebelajaran berbeda-beda namun sebagian besar lebih mudah memahami dengan cara melakukan pembelajaran langsung dilapangan. Peserta didik dapat dengan mudah menemukan hal baru dan dapat berinteraksi dengan objek sains secara langsung, dengan demikian olah pikir peserta didik sejak dini dapat terbekali mengenai sebab akibat terhadap objek sains yang diamati. Berbeda dengan melakukan pembelajaran sains ketika dirumah, yaitu dapat mengenalkan atau menemukan peristiwa-peristiwa yang berkaitan pada sains seperti contoh kecilnya perubahan wujud pada suatu benda yang berada di sekitar dalam maupun luar lingkungan rumah. Sebab akibat mengapa es mencair maupun air dapat membeku. Secara tidak langsung anak tersebut dapat menemukan fenomena baru mengenai sains. Proses pembelajaran ini dapat termasuk dalam strategi pembelajaran IPA dengan metode discovery learning.
Adapun sebagai tenaga pendidik harus memiliki persiapan dalam mengajar literasi sains yaitu dengan memasukkan unsur-unsur literasi sains dalam mata pelajaran IPA dengan cara membuat rumusan masalah indikator literasi sains, kemudian memasukkan pokok bahasan yang berbau literasi sains, dan dapat mengemas literasi sains dalam silabus maupun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pembelajaran literasi sains ini dapat mengkaitkan dengan  kehidupan sehari-hari sehingga lebih mempermudah peserta didik dalam pemahamannya. Peran tenaga pendidik IPA dalam membimbing peserta didik dalam literasi sains sejak dini memiliki peran yang mendominasi. Hal ini dikarenakan literasi sains dapat menjadi sangat penting yang bukan hanya efek samping dari pembelajaran sains di sekolah.
Strategi tenaga pendidik dalam literasi sains memiliki peran penting dalam memberi pemahaman sejak dini terhadap peserta didik. Tidak hanya teori melainkan dengan demonstrasi dapat mempermudah pemahaman serta dapat menemukan fenomena yang baru berbasis literasi sains. Baik di rumah maupun di sekolah penerapan literasi sains dapat memberi pengaruh besar terhadap peserta didik. Hal ini dikarenakan untuk melatih keterampilan dalam mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak kalah saing dengan negara-negara yang maju terhadap ilmu teknologi dan pengetahuan.

Komentar

Posting Komentar